Wednesday, December 21, 2011

Obsessed



Dear bloggy!

Hari ini hari ibu dan hell yeah semua orang merayakan dengan berbagai kata kata manis tentang ibu mereka. Ehm, including me. Tapi, aku selalu punya cara berbeda untuk merayakan atau menyampaikan sesuatu. Pagi ini, kudapati diriku dan ibuku saling berkirim SMS gila yang kusadari bahwa di antara kami jarang ada momen romantis.

Not like other families, keluargaku jarang melakukan hal hal romantis. Tapi, seperti yang aku tulis di salah satu tweet ku pagi ini :

"Mom, I don't have to tell you that I love you to prove that I love you, right? Because you do so and still we do love each other"

Iya, sesuatu itu tidak harus dinampakkan dalam sesuatu. Do you know what I mean? Hihihi whatever lah ya. Hari ini aku juga sadar bahwasannya "menghapus jejak" seseorang yang sebenarnya tidak pernah benar benar ada dalam hidupku juga bukanlah suatu masalah besar.

Beberapa hari yang lalu, aku SMS ibu sesuatu dan diakhiri dengan kalimat pendek :

"Ayuk kangen Arief bu, huaaa"

Untuk itu, ibuku punya caranya sendiri untuk menanggapi kegalauanku. Entah karena beliau tidak terlalu memerhatikan SMS ku atau memang tidak perduli. Tapi menurutku karena ia peduli makanya tidak menanggapi kalimat penutup di SMS tersebut dan hanya membalas tentang kalimat kalimat sebelumnya (ntah aku lupa apa).

Well, saha eta si Arief?

Hihihi, ceritanya lucu, tragis, romantis, sekaligus membuat meringis. Jadi, waktu aku kerja di Kalimantan beberapa bulan lalu, aku sempat kenal sama seorang kontraktor di tempatku bekerja. Dari tujuh kriteria lelaki yang kusuka, dia punya segalanya (halah). Sayangnya, aku kenal dia sesaat sebelum aku keluar dari Kalimantan. Entah hal yang patut untuk disayangkan atau tidak, only God knows.

Beberapa malam sebelum kepergianku (bukan ke alam baka), we really had good nights. Well, katakanlah buatku bukan buat dia. Suatu malam saat bermain badminton, dia mengajakku ke ATM di Kota Sangatta dan kemudian kami makan malam. That was my first date :sigh:

Banyak hal, hal hal kecil yang bisa mengingatkanku akan dia. Hihihi, aku terobsesi olehnya. Aku suka ketika dia mampir ke warung warung kecil di sepanjang jalan menuju kota hanya untuk membeli rokok, minuman atau pulsa. Waktu itu aku bilang :

"Kok aku berasa ngeliat orang lagi sedekah ya?"

Aku suka ketika dia terkejut mendengar jeritanku saat melihat "masjid terapung" di bukit bintang malam itu. Aku suka ketika dia memanggilku, "Ngil". Aku suka ketika dia menahan harga dirinya karena aku yang bayar sate suatu malam. Aku suka ketika dia memetik gitar dan bernyanyi. Aku suka ketika dibilang tukang karpet, "Wah kukira anak kalian sudah dua". Aku suka ketika dia tau apa itu antropologi. Aku suka ketika dia bilang pernah tengok aku berjalan kaki sepulang kerja. Aku suka ketika dia bekerja di depan komputer, menggambar desain sebuah cafe untuk klien nya di Jogja. Aku suka ketika ia membeberkan bahwa dia membuat lampion cantik itu dari barang barang bekas. Aku suka semua hal yang terjadi beberapa hari sebelum kepergianku. Aku suka ketika dia menyodorkanku dua bongkah karang dari diving pertama dan keduanya suatu siang di depan Mess Hall itu...

Am I obsessed with him? Absolutely yes!

Tapi aku ga suka ketika mendapat makian dari kekasihnya melalui telpon beberapa bulan yang lalu... Hal itu membuat aku sadar I was nothing for him...

And today, I have decided to remove his FB from mine. I was tired for being a stalkers of him. But still, I keep my last hope that maybe someday we will meet again and say "Hi" while shaking hands.


Terima kasih, for all those sweet memories Ndut... Now I forgive you, also my self :)

Saturday, November 5, 2011

Yesterday Once More

Dear Bloggy,

Sebenarnya ga dalam mood untuk nulis di blog sih. Cuma pengen bilang aja...

*backsound : Yestserday Once More + Takbiran

Ada satu hal yang benar-benar akan hilang di tahun depan... Yaitu kebersamaan ku dengan teman-teman KKN Flores. Walau kami baru kenal tahun lalu, tetapi sampai sekarang kebersamaan kami belum berakhir. Kami masih di sini, bersama merajut mimpi. Esok, tahun depan, saatnya bagi kami untuk berpisah...

So yesterday once more...

Love and hug and kiss,
Aya

Thursday, November 3, 2011

Such a Great Year

Dear bloggy,

Been soooo long, huh?!
Miss youuu :))

Sebenarnya sudah lama saya mau nongkrong di blog ini. Niat udah ada, mood udah dateng, ehhh adaaa aja alasan untuk "membatalkan" coret-coret blog ini. Sudah di penghujung tahun lagi, banyak yang terjadi di tahun ini. Yeah just like those years before, of course.

Tahun ini layaknya roti komplit, ada rasa stroberi (cinta), coklat (kerja), nanas (kuliah), bluberi (keluarga), teman (keju) --> halah ngaco.

Saya udah lulus lhoooooo!!! Dan, sekarang sedang memantapkan hati (lagi) untuk mengejar satu kesempatan... Chasing another destination of life... Semoga, tahun depan petualangan saya belum berhenti!

Tuh kan, sebenernya pengen nulis banyak tapi kok jadinya ngaco dan pendek gini ya? Zzzzzzttttt



Aya

Saturday, June 18, 2011

"Karma"

Dear bloggy.

Sejam sebelum kumandang adzan subuh, aku kebangun. Sebenernya ga suka tapi ya, nikmatin aja. Mmm ya just like usual, pikiranku langsung kepada tanah yang satu jam lebih cepat dari tanah Jogja..

*lirik jam tangan WITA ku

"Subuh, dia bangun ga ya? Ah keknya masih tidur. Wah, message via fb pasti belum dibales..."

Dan, tibatiba lagi memoriku memutar ulang suaranya, "Lu di mana ngil? Gw di depan nih. Pergi ke mana kita?"

Aku tersenyum kecil, keinget hal yang sama waktu aku ngerjain adek angkatku si Adis. Waktu itu dia ulang tahun dan aku purapura ada di depan kost nya padahal bohong. Waktu itu kami beda pulau, hahaha. Eh malah aku dapet "karma". Dikerjain balik, oleh orang lain...

"Lu di mana ngil? Gw di depan nih. Pergi ke mana kita?"

-semoga.nyata...amin...subuh.WIB

Saturday, March 26, 2011

It's an Amazing Life When You Don't Have Any Idea Where You'll End Up

Dear bloggy,

Sudah lama sejak terakhir kita bercumbu. Menuangkan begitu banyak rasa dalam tulisan hingga terkadang tidak tau lagi apa makna dan inti cerita. Well, postingan kali ini mungkin agak aneh. Tibatiba saja ngomongin masalah berakhirnya suatu hidup.

Kapan sih aku tau apa yang benarbenar ku mau? Apa kau pernah merasakannya juga, teman? Mengerti betul keinginan yang sejati? Well, aku ga pernah. Udah kuliah pengennya kerja. Udha kerja pengennya nikah. Beberapa hari kemudian ngajuin surat resign. Malemnya menyesal karena ternyata di sekitarku banyak cita cerita dan cinta. Dua hari kemudian geregetan lagi pengen berhenti kerja lantas kuliah dan bisnis.

Ah ya! Aku kan manusia yang katanya selalu saja ga pernah puas. Setubuh? Ya, kalo ga setubuh gapapa. Toh itu pilihanmu. Yap! Pilihan. Berbicara mengenai pilihan, selaaaaaalu saja hidup ini penuh dengan pilihan. Faktor resiko? Tanggung sendiri. Tapi kadang yang nyebelin adalah ketika kita sudah memilih dan orang lain memberikan jastifikasi. "Ih kok kamu gitu sih? Kan sayang bla bla blerrr".

Hell yeaaaaaah. Halooooooow. Ini hidup memang begitu. Ga suka? Diem aja deh! Atau memang ungkapan itu adalah suatu wujud kepedulian padaku? Hmmm mungkin beda tipis tapi tetep dong aku bisa membedakan mana yang peduli dan tidak :p

Kejam. Aya kejam. Sejak kapan kau berani berkata begini pada seorang teman? Well, mari kita renungkan apa makna dari seorang teman. Mengheningkan cipta, mulai!

Teman, adalah teman.

Simple kan?

#apasih#

Intinya adalah, hidup itu menyenangkan bin me-nak-jub-kan ketika kau tidak tau akan berakhir di mana. Melangkahlah selagi bisa dan jangan sekalikali berkata, "Duh kenapa tadi arahnya ke sini?".

Karena kejutan ada di depan dan bukan di belakang, so keep on moving forward! Menyerah bukan berarti kalah. Melangkah bukan berarti run away...


So much love,
Aya